lets study

lets study

Friday, September 18, 2020

Pragmatik (Part 1)

 

Pragmatik atau Goyouron adalah ilmu yang mengkaji makna bahasa dihubungkan dengan situasi dan kondisi pada saat bahasa tersebut digunakan. Pragmatik mempelajari makna bagaimana cara berkomunikasi baik dari pembicara ataupun pendengar (Yule, 1996:3).  Tindak tutur adalah jenis tindakan yang dapat diwujudkan oleh penutur. Tindak Tutur terbagi atas tiga, yaitu lokusi, ilokusi dan perlokusi. 

      Ilokusi adalah mencakup karakter dalam kata tuturan di kalimat konteks tertentu, dibawah kondisi tertentu dan dengan maksud tertentu (Searle,1977:25-24). Searle (1981:12-17) mengklasifikasikan jenis tindak tutur ilokusi ke dalam lima kelompok besar berdasarkan maksud penutur ketika berbicara, yaitu :

1.      Asertif (menyatakan, menyarankan, membual, mengeluh, dan mengklaim).

2.      Direktif (memesan, memerintah, memohon, menasehati dan merekomendasi,izin).

3.      Komisif (berjanji, bersumpah dan menawarkan sesuatu).

4.     Ekspresif (berterimakasih, mengucapkan selamat, memberi maaf, memuji,   mengucapkan bela sungkawa, selamat datang, menyayangkan).

5.      Deklarasi (berpasrah, memecat, menghukum,bertaruh).


Situasi tutur

            Leech (1983: 13-15) mengemukakan Speech situasional context  atau konteks situasi tutur. Aspek-aspek situasi tutur adalah sebagai berikut:

1. Penutur dan lawan tutur

            Setiap tindak tutur harus mempunyai penutur dan lawan tutur. Penutur adalah orang yang bertutur sementara itu mitra tutur adalah orang yang menjadi sasaran sekaligus kawan penutur di dalam sebuah penuturan. Aspek-aspek yang berkaitan adalah usia, latar belakang sosial ekonomi, jenis kelamin, tingkat keakraban, dsb.  

2. Konteks tuturan

Konteks tuturan penelitian linguistik adalah konteks dalam semua aspek fisik atau setting sosial yang relevan dari tuturan bersangkutan. Di dalam pragmatik konteks itu pada hakikatnya adalah semua latar belakang pengetahuan yang dipahami bersama oleh penutur dan lawan tutur.

3. Tujuan tuturan

Tujuan tutur berkaitan erat dengan bentuk tuturan seseorang dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan tertentu. Satu bentuk tutur dapat memiliki maksud dan tujuan yang bermacam-macam. Atau sebaliknya satu maksud tujuan tutur dapat diwujudkan dengan bentuk tuturan yang berbeda-beda. Di dalam pragmatik berbicara merupakan aktivitas yang berorientasi pada tujuan (goal oriented activities).

4. Tuturan sebagai bentuk tindakan atau aktivitas

Pragmatik berhubungan dengan tindak verbal yang terjadi dalam situasi tertentu. Pragmatik menangani bahasa lebih konkret dibandingkan dengan tata bahasa karena jelas keberadaan peserta tuturnya, serta waktu dan tempat pengutarannya.

5. Tuturan sebagai produk tindak verbal

Kalimat adalah entitas gramatikal sebagai hasil kebahasaan yang diidentifikasikan lewat penggunaaannya dalam situasi tertentu.

No comments:

Post a Comment