Pragmatik atau Goyouron adalah ilmu yang mengkaji makna
bahasa dihubungkan dengan situasi dan kondisi pada saat bahasa tersebut
digunakan. Pragmatik mempelajari makna bagaimana cara berkomunikasi baik dari
pembicara ataupun pendengar (Yule, 1996:3).
Tindak tutur adalah jenis tindakan yang dapat
diwujudkan oleh penutur. Tindak Tutur terbagi atas tiga, yaitu
lokusi, ilokusi dan perlokusi.
Ilokusi adalah
mencakup karakter dalam kata tuturan di kalimat konteks tertentu, dibawah
kondisi tertentu dan dengan maksud tertentu (Searle,1977:25-24). Searle
(1981:12-17) mengklasifikasikan jenis tindak tutur ilokusi ke dalam
lima kelompok besar berdasarkan maksud penutur ketika berbicara, yaitu :
1.
Asertif
(menyatakan, menyarankan, membual, mengeluh, dan mengklaim).
2.
Direktif
(memesan, memerintah, memohon, menasehati dan merekomendasi,izin).
3.
Komisif
(berjanji, bersumpah dan menawarkan sesuatu).
4. Ekspresif
(berterimakasih, mengucapkan selamat, memberi maaf,
memuji, mengucapkan bela sungkawa, selamat
datang, menyayangkan).
5. Deklarasi (berpasrah, memecat, menghukum,bertaruh).
Situasi
tutur
Leech
(1983: 13-15) mengemukakan Speech
situasional context atau konteks
situasi tutur. Aspek-aspek situasi tutur adalah sebagai berikut:
1. Penutur dan lawan tutur
Setiap tindak tutur harus mempunyai penutur dan lawan
tutur. Penutur adalah orang yang bertutur sementara itu mitra tutur adalah
orang yang menjadi sasaran sekaligus kawan penutur di dalam sebuah penuturan. Aspek-aspek
yang berkaitan adalah usia, latar belakang sosial ekonomi, jenis kelamin,
tingkat keakraban, dsb.
2. Konteks tuturan
Konteks tuturan penelitian
linguistik adalah konteks dalam semua aspek fisik atau setting sosial yang
relevan dari tuturan bersangkutan. Di dalam pragmatik konteks itu pada
hakikatnya adalah semua latar belakang pengetahuan yang dipahami bersama oleh
penutur dan lawan tutur.
3. Tujuan tuturan
Tujuan tutur berkaitan erat dengan
bentuk tuturan seseorang dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan tertentu. Satu
bentuk tutur dapat memiliki maksud dan tujuan yang bermacam-macam. Atau
sebaliknya satu maksud tujuan tutur dapat diwujudkan dengan bentuk tuturan yang
berbeda-beda. Di dalam pragmatik berbicara merupakan aktivitas yang berorientasi
pada tujuan (goal oriented activities).
4. Tuturan sebagai bentuk tindakan atau aktivitas
Pragmatik berhubungan dengan tindak verbal yang terjadi dalam situasi tertentu. Pragmatik menangani bahasa lebih konkret dibandingkan dengan tata bahasa karena jelas keberadaan peserta tuturnya, serta waktu dan tempat pengutarannya.
5. Tuturan sebagai produk tindak verbal
Kalimat adalah entitas gramatikal
sebagai hasil kebahasaan yang diidentifikasikan lewat penggunaaannya dalam
situasi tertentu.
No comments:
Post a Comment