lets study

lets study

Thursday, April 10, 2014

format daftar riwayat hidup

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A.  IDENTITAS DIRI
a)    Nama Lengkap                      : 
b)   Jenis Kelamin                       : 
c)    Tempat dan Tanggal lahir      :  
d)   Nomor Handphone                :  
e)   Status Perkawinan                :  
f)    Kewarganegaraan                 :  
g)   Suku/ras                              :
h)   Agama                                 :  
i)     Hobi/ kegemaran                  :  
j)    Alamat                                 :  
k)   Nama Ayah                           :  
l)     Nama Ibu                             :  
m)  Pekerjaan orang tua              :  

B.  RIWAYAT PENDIDIKAN
JENJANG
NAMA SEKOLAH
TAHUN LULUS
TK


SD


SMP


SMA



C.PRESTASI / PIAGAM PENGHARGAAN
BIDANG/PERIHAL
PRESTASI
TAHUN








Demikianlah riwayat hidup ini saya buat sebenar-benarnya.
Tempat, tanggal membuat



nama



bila anda mahasiswa dan masih kuliah tulislah Perguruan tinggi dan belum lulus...


semoga bermanfaat ya teman-teman ku
Asal Usul terjadinya Tata Surya Dan Bumi
Gumpalan gas yang besar tersebut dalam keadaan berputar. Dikarenakan sesuatu hal, terlepaslah sebagian gumpalan itu, walaupun seolah-olah dicampakkan sangat jauh tetapi gumpalan itu masih tetap terus berputar  terus-menerus mengelilingi gumpalan besar (Matahari) tersebut. Gumpalan-gumpalan yang terpisah dan masih tetap berputar tersebut setelah mengalami proses pendinginan akan menjadi padat.Itulah yang disebut planet-planet jumlahnya delapan.Dari gumpalan yang terlepas tersebut (planet) , terlepas pula sebagian dari planet, tetapi juga tetap berputar dan mengelilingi gumpalan yang ditinggalkan, itulah yang disebut Bulan atau Satelit.

1.      Hipotesis  Kabut / Nebulas
Immanuel Kant (1724-1804), seorang ahli filsafat berkebangsaan Jerman.
Terdapat gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tengah kabut itu lama kelamaan menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari dan bagian kabut sekitarnya menjadi planet-planet dan satelitnya.

2.      Hipotesis  Planetesimal (planet kecil)
Thomas C.Chamberlin (1843-1928), seorang ahli Geologi dan Ilmuwan dari Amerika.
Dalam penelitiannya The Origin of the Earth (asal mula bumi) 1916.
Matahari bertemu bintang yang jaraknya tidak terlalu jauh. Akibatnya massa matahari tertarik ke arah bintang. Bintang pun menjauh akibatnya massa matahari sebagian kembali ke matahari sebagian menjadi planet-planet dan beredar pada orbitnya.

3.      Hipotesis  Pasang Surut Gas / Tidal James-Jeffries
Pada tahun 1917 sarjana Inggris, James Jeans (1877-1946) dan Herald  Jeffries.
Pada waktu itu matahari sama besarnya dengan bintang.akibat terjadi  pasang matahari yang berbentuk cerutu, Setelah mengelilingi matahari pasang cerutu itu pecah menjadi butiran-butiran kecil, butiran kecil membentuk gumpalan gumpalan sebesar-besar planet-planet yang ada sekarang . Hal yang sama juga terjadi pada pembentukan satelit dan planet.

4.      Hipotesis  Peledakan Bintang
Fred Hoyle, Ahli astronomi dari Inggris pada tahun 1956.
Kemungkinan matahari memiliki kawan sebuah bintang (matahari juga bintang) dan pada mulanya berevolusi satu sama lain. Ada juga diantaranya yang memadat dan mungkin terjerat ke dalam orbit keliling matahari. Banyak bintang yang meledak akan bebas di ruang angkasa. Teori ini didukung banyak ahli astronomi, karena banyak bintang ganda atau bintang kembar telah diketahui  memang ternyata ada.
Keberatan terhadap teori ini adalah kebanyakan bintang di dalam 25 tahun cahaya matahari, agak serupa dengan matahari dan sangat labil.

5.      Hipotesis Kuiper
Astronom bernama Gerard P.Kuiper (1905-1973).
Semesta terdiri dari formasi bintang-bintang. Menurut dia, dua pusat yang memadat berkembang dalam suatu awan antar bintang dari gas hidrogen. Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang lainnya dan kemudian memadat menjadi bintang tunggal, yaitu matahari.
Peristiwa berikutnya kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan oleh adanya gaya tarik dari massa yang lebih besar. Gaya ini menyebabkan awan yang lebih kecil terpecah-pecah menjad awan-awan yang lebih kecil lagi yang disebut protoplanet.
Setelah suatu periode waktu yang lama, proto planet tersebut menjadi planet-planet yang kita lihat sekarang ini. Jika kedua awan itu mempunyai ukuran yang sama, mereka akan terbentuk bintang ganda. Formasi bintang ganda sangat sering terjadi di alam semesta.
Ketika matahari memadat, ia akan menjadi begitu panas sehingga sebagian besar energi radiasi dipancarkan. Energi itu cukup kuat untuk mendorong gas-gas yang lebih  terang, seperti Hidrogen dan Helium, dari awan yang menelubungi protoplanet-protoplanet yang paling dekat ke matahari.

Sejarah Pembentukan Bumi
Menurut para ahli geologi, sebenarnya pelebaran alur-alur dasar samudera, gerakan-gerakan benua, pola seismik dunia, dan pola kegiatan vulkanik merupakan bagian dari saru desakan energi dari perut bumi. Permukaan planet bumi terdiri dari atas 6 bentangan besar lempengan benua yang bersifat keras, tetapi sebenarnya tipis bila dibanding dengan ukuran bola bumi. Ukuran yang paling tebal pada benua-benua itu tidak mencapai 150 km. Lempeng-lempeng benua itu saling bergeseran. Gerakan-gerakan pergeseran kerak bumi ini juga disebabkan oleh desakan hebat dari energi yang dikeluarkan oleh perut bumi.
Benua asia terdiri dari tiga lempeng benua yang besar, yaitu Eurasia, Pasifik. Dan India. Eurasia merupakan lempeng yang paling besar dan relatif statis, sedangkan lempengan Pasifik dan India terus menerus bergerak, menggeser ke arah barat laut (Pasifik) dan utara (India). Gerakan-gerakan “tabrakan” ini menghasilkan jajaran pulau-pulau dan jajaran pegunungan seperti pegunungan Himalaya.
Hal-hal penting tentang gerakan benua adalah sebagai beikut :
1.       Gerakan-gerakan lempeng tektonik terus-menerus terjadi dan menciptakan perubahan-perubahan di permukaan bumi.
2.       Sumber gerakan ini ialah arus yang disebabkan oleh panas. Arus ini terjadi dalam batuan padat tetapi kenyal di dalam lapisan astenosfer selubung bumi.
3.       Lempeng tektonik dapat meleleh waktu mendekati kulit bumi dan keluar lewat gunung api, celah, atau retakan seperti yang terjadi pada Pematang Atlantik Tengah. Sambil meninggalkan retakan dasar samudera, batuan yang meleleh menbentuk dasar baru di laut.
4.       Dasar batuan yang meleleh mendesak maju bagian kerak bumi yang lebih tua. Bagian tua ini mungkin mendukung benua. Kalau bagian kerak bumu seperti itu bertemu di ujung, maka benturan itu menyebabkan gempa. Inilah yang terjadi di dalam laut di lepas pantai Amerika Selatan.Satu bagian bumi didorong masuk ke selubung untuk meleleh kembali, bagian lainnya didorong ke atas sehingga membentuk pematang.
5.       Teori gerakan lempeng tektonik banyak kaitannya dengan persebaran gunung api di muka bumi dan terjadinya gempa bumi.
Sejak sekitar tahun 1900, para ahli geologi telah mengetahui bahwa kerak bumi bagian luar mengapung di atas lapisan lebih dalam yang lunak. Akan tetapi, teori mengenai gerakan-gerakan benua tersebut baru dipublikasikan secara luas sejak tahun 1960.


Beberapa teori tentang gerakan benua disampaikan oleh beberapa ahli sebagai berikut :
1.       Alfred Lothar Wegener
Mengemukan teori yang disebut Apungan dan Pergeseran Benua-benua. A.L. Wegener (1880-1930) mengungkapkan teori tersebut pada tahun 1912 di hadapan perhimpunan ahli geologi di Frankfurt, Jerman.Teori tersebut diungkapkan pertama kalinya di dalam bentuk buku pada tahun 1915 yang berjudul Die Engstehung der Kontinente und Ozeane ( Asal Usul Benua dan Lautan). Buku tersebut menimbulkan kontroversi besar di lingkungan ahli-ahli geologi. Kontroversi itu baru mereda tahun enampuluhan setelah teori apungan Benua Wegener ini makin banyak mendapat penganut di lingkungan ahli ilmu penegetahuan.Teori ini mengungkapkan bahwa Benua dalam keadaan mengapung, pada awalnya semua benua  ada 1 yaitu Pangea, kemudian pecah kembali menjadi 2 bagian Laurasia dan Gondoana.
Adapun titik tolak teori Wegener tersebut adalah :
a.       Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika. Kedua garis yang sama tersebut sebenarnya dahulu adalah daratan yang berimpitan. Itulah sebabnya formasi geologi di bagian-bagian yang bertemu itu sama.
Keadaan ini telah dibuktikan keberadaannya. Formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat dan Sierra Leone sampai Tanjung Afrika Selatan sama dengan apa yang ada di Pantai Timur Amerika, dari Peru sampai Bahia Blanca.
b.       Daerah Greenland sekarang ini bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter/tahun, sedangkan Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter/tahun. Menurut Wegener, benua-benua yang sekarang ini, dahulunya adalah satu benua yang disebut Benua Pangea. Benua Tunggal itu mulai memecah karena gerakan benua besar di selatan baik ke arah barat maupun ke utara menuju khatulistiwa.

Dengan peristiwa tersebut maka terjadilah hal-hal sebagai berikut :
A.      Bentangan-bentangan samudera dan benua-benua yang mengapung sendiri-sendiri.
B.      Samudera Atlantik menjadi semakin luas karena Benua Amerika masih terus melangsungkan gerakannya ke arah barat. Dengan demikian terjadi lipatan-lipatan kulit bumi yang menjadi jajaran pegunungan utara-selatan, yang terdapat di sepanjang pantai Amerika Utara Selatan.
C.     Adanya kegiatan Seismik yang luar biasa di sepanjang patahan St.Andreas, dekat pantai barat Amerika Selatan.
D.     Batas Samudera Hindia makin mendesak ke utara. Anak Benua India semula diduga agak panjang, tetapi karena gerakannya ke utara maka India makin menyempit dan makin mendekat ke benua Eurasia. Proses tersebut menimbulkan lipatan Pegunungan Himalaya.
Benua-Benua sekarang ini pun masih terus bergerak. Gerakan ini dapat dibuktikan dengan makin melebarnya celah yang terdapat di alur-alur dalam samudera.
2.       Descartes
Ia mengemukakan teori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh Suess. Menurut Rene Descartes (1596-1650), bumi kita makin susut dan mengkerut karena pendinginan. Karena itu, terjadilah gunung-gunung dan lembah-lembah. Teori ini tidak mendapat dukungan dari para ahli geologi.



3.       Edward Suess
Edward Suess (1831-1914) melanjutkan teori Descartes. Akan tetapi, Suess menyatakan bahwa persamaan geologi yang terdapat di Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika disebabkan oleh bersatunya daratan-daratan itu pada awal mulanya yang merupakan satu benua dan disebut Benua Gondwana. Benua yang besar itu sekarang tinggal sisa-sisanya saja, karena bagian lain sudah tenggelam di bawah permukaan laut.

4.       Tim Peneliti Amerika
Tim peneliti ini terdiri dari 17 orang, dari The New York American Museu of Natural History, Ohio State University, dan Whicha State University. Mereka mengadakan penelitian di Kutub Selatan antara tahun 1969-1970. Pusat Perhatian mereka ialah Trans Antartik Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan kebenaran teori A.L. Wegener.
Dari Hasil Penelitian mereka terbukti bahwa daerah itu terletak di daerah dekat khatulistiwa pada 200 juta tahun yang lalu. Oleh karena itu, seharusnya pada zaman tersebut di daerah itu terdapat bintang dan tumbuh-tumbuhan. Pada tahun 1969, ditemukan fosil tulang rahang binatang amfibi air tawar purba, yang disebut labyrintodont. Binatang itu seperti salamander kepalanya gepeng dan badannya besar dan berat. Fosil seperti itu ditemui pula di Amerika Selatan dan Afrika. Dari segi ilmu pengetahuan alam, magnet, dan geologi makin lama terdapat bukti-bukti yang menguatkan teori apungan benua.
Teori gerakan-gerakan benua juga beranggapan bahwa 200 juta tahun yang lalu hanya ada satu benua besar di planet bumi ini.

Proses Pembentukan Bumi dan Tenaga Geologi
Gerak lempeng terbagi atas :
1.       Saling tumbuk (subsduction) yang akan menimbulkan :
a.       Palung di lokasi tumbukan
b.       Pembengkakan pinggir lempeng yang membentuk pegunungan
c.       Munculnya hiposentra dan gempa dangkal maupun gempa dalam
d.       Adanya batuan bancuh.
e.       Adanya instrusi dan ekstrusi magma yang diikuti terjadinya vulkanisme.
2.       Sesar berpapasan (transform fault)
3.       Saling menjauh (divergen junctions) yang akan menimbulkan :
a.       Adanya aktivitas vulkanisme laut dalam
b.       Terbentuknya ocean ridge
c.       Terjadinya perenggangan lempeng
Tenaga geologi adalah tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam bumi (tenaga endogen) dan yang berasal dari luar permukaan bumi (tenaga eksogen). Bila kita perhatikan hasil kerja tenaga geologi maka akan terbentuk muka bumi atas 2 bagian yaitu :
1.       Bentuk permukaan daratan, berupa :
a.       Pegunungan dan gunung
b.       Daratan tinggi
c.       Perbukitan
d.       Dataran rendah
e.       Lembah

2.       Bentuk permukaan dasar laut, berupa :
a.       Continental Shelf
b.       Continental slope
c.       Lubuk  laut
d.       Punggung laut
e.       Ambang laut
f.        Gunung laut
g.       Pegunungan laut

1.       Tenaga Endogen
Tenaga ini berasal dari dalam bumi yaitu berasal dari :
a.       Gerak keatas dari aliran magma dari dalam perut bumi
b.       Gerak lempeng tektonik pada litosfer
Sebagai akibat kerjanya tenaga adalah merubah bentuk muka bumi. Bentuk tenaga endogen dapat berupa tenaga tektonisme, vulkanisme dan gempa. Tenaga ini disebut juga tenaga pembangun / pembentuk muka bumi.
2.       Tenaga Tektonisme
Tenaga yang berasal dari dalam bumi, mengakibatkan dislokasi batuan/Perubahan mula bumi secara vertikal maupun horizontal.
3.       Tenaga Vulkanisme
Yaitu tenaga yang muncul akibat aktifitas magma (erupsi) yang menyusup ke dalam litosfer dan yang hingga sampai di permukaan bumi.


Aktifitas magma tersebut akan mengalami 2 gerakan yaitu :
1.       Instrusi Magma
Yaitu penyusupan magma pada retakan litosfera atau lubang kerak gunung api tetapi tidak mencapai permukaan bumi.
Saat magma terperangkap dalam retakan litosfera, maka magma akan mengalami proses pembekuan yang sangat lambat dan magma akan membeku membentuk batuan beku dalam seperti sill, batolith, lakolith, diatrema, apofisa, korok ( gang). Proses pembekuan ini berlangsung sangat lambat sehingga membentuk batu kristal.
2.       Ekstrusi Magma
Yaitu proses penyusupan magma melalui litosfera dan mencapai permukaan bumi.
Proses ekstrusi magma ini pun dapat terjadi dengan secara :
a.       Erupsi Explosive
Yaitu keluarnya magma mencapai permukaan melalui letusan gunung api. Kekuatan letusan gunung api sangat dipengaruhi oleh kekentalan magma dan kekuatan dorongan gas.
b.       Erupsi Efusif
Yaitu keluarnya magma mencapai permukaan melalui secara lelehan lava. Proses ini dipengaruhi oleh magma yang encer dan dorongan gas yang lemah. Pada proses ekstrusi ini bentuk lubang erupsi dapat berpola :
1.       Erupsi Sentral yaitu bentuk erupsi berupa titik seperti keluarnya magma dari gunung api.
2.       Erupsi Linier yaitu bentuk erupsi berupa rekahan tanah berbentuk garis sehingga akan membentuk deretan gunung api.
3.       Erupsi Areal yaitu melelehnya lapisan litosfera akibat letak dapur magma yang dekat permukaan bumi sehingga lapisan litosfera meleleh dan mengalami penurunan.