Alam Semesta dan Tata Surya
2.1 Alam Semesta
Alam semesta mencakup
tentang mikrocosmos ( benda-benda yang memiliki ukuran kecil seperti atom,
electron, sel dll ) dan makrocosmos ( benda-benda yang memiliki ukuran yang
sangat besar seperti bintang, planet dan galaxy ). Terbentuknya alam semesta sudah diteliti oleh
beberapa ahli dalam teori mereka masing-masing, salah satunya yang terkenal
adalah teori Big Bang.
Big Bang ( Ledakan
dahsyat ) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang
menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta.Teori ini menyatakan
bahwa dulunya alam semesta berasal dari kondisi padat dan sangat panas, yang
kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.Hal ini bisa dipantau
melalui pergerakan galaksi terhadap satu sama lainnya.Tahun 1929,Astronom
Amerika Serikat yaitu Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat galaxy yang
jauh dan bergerak menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi.Ia juga melihat
jarak antar galaksi bertambah setiap saat.Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa
alam semesta itu tidak statis seperti yang dipercaya sejak dulu, namun bergerak
mengembang.Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa alam semesta bermula
dari pengembangan masa lampau yang dinamakan Ledakan Besar ( Big Bang )
Alam
semesta di dalamnya terdapat makrocosmos ( benda-benda yang berukuran seperti
galaksi dan planet ). Galaksi merupakan suatu sistem yang besar dan terikat
gaya gravitasinya di dalamnya terdiri dari kumpulan bintang. Jumlah dari
galaksi di alam semesta ini sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya namun
ada beberapa galaksi yang bisa dilihat dengan bantuan alat salah satunya
galaksi andromeda, yaitu galaksi yang letaknya paling dekat dengan galaksi yang
kita tempati saat ini yaitu milky way ( galaksi bima sakti )
2.2 Tata Surya
Tata
surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar
bernama Matahari, dan juga terdiri dari semua objek yang terikat oleh gaya
gravitasinya.Objek tersebut adalah delapan buah planet yang sudah diketahui
beserta orbitnya, lima planet katai ( kerdil ), satelit alami , meteor,
asteroid dan komet.Terbentuknya tata surya ini pernah dikemukakan oleh Imanuel
Kant dan Pierre Simon Laplace yang terkenal dengan teori kabutnya ( nebular
theory ) yang pada masa itu teori ini dipercaya lebih kurang selama 100 tahun.Berikut
ini rincian dari bagian anggota tata surya :
A.
Matahari
Matahari
adalah induk atau pusat tata surya. Bintang ini berukuran lebih kurang 332.830
massa bumi. Massa yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar
untuk mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi
dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi
elektromagnetik, termasuk spektrum optik. Matahari terdiri dari inti dan tiga
lapisan kulit , masing-masing fotosfer, kromosfer, dan corona. Pada pusat
matahari, suhunya mencapai jutaan derajat celcius dan tekanannya ratusan juta
atmosfer.Kulit fotosfer suhunya lebih kurang 6000 derajat celcius dan
memancarkan hampir semua cahaya.
B.
Merkurius
Merkurius
merupakan planet bagian dalam yang terkecil dan termasuk paling dekat dengan
matahari, jarak rata-rata ke matahari 58 juta Km dan memiliki garis tengah
4.880 Km. Merkurius tidak mengandung atmosfer, suhu di sekitar planet berkisar
antara -200 C dan +400 C. Grafitasi merkurius kurang lebih hanya sepertiga kali
grafitasi bumi.
C.
Venus
Planet Venus merupakan
planet terdekat dengan bumi yang memiliki garis tengah 12.104 km. Jarak
rata-rata ke Matahari 106 km.Planet ini diselimuti awal tebal (atmosfer) yang
mungkin terjadi dari karbondioksida, tetapi tidak mengandung uap air dan
oksigen.Planet ini terkenal dengan Bintang Kejora yang bersinar terang pada
waktu sore atau pagi hari. Rotasi
venus lebih kurang 247 hari dan berevolusi ( mengelilingi matahari ) selama 225
hari, artinya 1 tahun venus sama dengan 225 hari.
D.
Bumi
Bumi merupakan
satu-satunya planet yang dihuni makhluk hidup. Bumi berputar pada porosnya yang disebut rotasi bumi.
Akibat dari rotasi bumi tersebut adalah terjadi gerak semu matahari,yang
seakan-akan matahari, bulan, dan bintang serta benda langit lainnya terbit di
timur dan terbenam di barat, selain itu terjadi pergantian siang dan malam
serta terjadi penyimpangan arah angin dan arus laut.Selain itu terjadi juga
perbedaan waktu antara tempat yang berbeda derajat busurnya.Sementara itu,
selama mengedari matahari ternyata sumbu bumi miring dengan arah yang sama
terhadap bidang ekliptika.Kemiringan ini besarnya 23 ½ derajat terhadap bidang ekliptika.Jadi,akibat
dari revolusi bumi tersebut adalah :
·
Pergantian
empat iklim,yakni di sebelah utara garis balik utara ( 23 ½ LU )
·
Perubahan
lamanya siang dan malam
·
Terlihatnya
konstelasi bintang / rasi bintang yang beredar dari bulan ke bulan.
E.
Mars
Planet mars ini
berwarna kemerah-merahan yang diduga berasal
tanah yang banyak mengandung besi oksigen. Pada permukaaan planet ini
didapatkan warna kehijauan dan biru yang berubah-ubah sepanjang
tahun.Diperkirakan perubahan warna tersebut sebagai perubahan musim dan
memungkinkan adanya lumut dan tumbuhan tingkat rendah yang lain.Penyelidikan
terakhir di planet ini terdapat uap air meskipun dalam jumlah yang kecil.Namun
perubahan warna permukaan tersebut diperkirakan bukan karena suatu organisme
tetapi disebabkann angin pasir. Jarak mars dan matahari ialah 226,48 juta
km.Garis tengah adalah 6272 km dan revolusinya 1,9 tahun sementara rotasinya 24
jam 37 menit.
F. Jupiter
Jupiter merupakan
planet terbesar. Planet ini mengandung gas metana dan amoniak yang banyak
mengandung gas hydrogen.Jupiter memiliki lebih kurang 14 satelit dan Jupiter
memiliki garis tengah 138.560 km.Rotasinya cukup cepat yaitu 10 jam.Karena
rotasinya cepat, pada bagian equatornya tampak sedikit mengembang dan membentuk
sabuk.Massa planet ini sangat besar, hamper tiga ratus kali massa bumi dan
gravitasinya 2,6 kali gravitasi bumi.
G. Saturnus
Planet saturnus
merupakan planet terbesar kedua setelah Jupiter.Jarak rata-rata ke matahari
lebih kurang 1.426 juta km, kala revolusi planet ini 29,5 tahun dan rotasinya
10 jam.Saturnus memiliki 17 satelit, dan yang paling menonjol adalah titan,
Tethys, rea, dan Dione. Saturnus juga memiliki cincin yang indah, ketiga cincin
itu diuraikan sebagai berikut :
·
Cincin A merupakan
cincin luar garis tengahnya 260.000 km
·
Cincin B merupakan
cincin tengah dengan garis tengah rata-rata 160.000 km
·
Cincin C merupakan
cincin dalam dan garis tengahnya 152.000 km
H. Uranus
Planet Uranus memiliki
jarak rata-rata dengan matahari lebih kurang 2.869 juta km, beredar mengelilingi
matahari dalam waktu 84 tahun dengan kecepatan rotasinya 11 jam.Planet ini
berdiameter 49.700 km.Pada planet ini ditemukan unsur helium , hydrogen, dan
metan.Planet ini mempunyai 5 satelit yaitu Miranda, ariel, umbriel, titania,
dan Oberon.
I. Neptunus
Merupakan planet
terjauh dengan matahari.Jaraknya 4.495 juta km.Beredar mengelilingi matahari
dalam waktu 165 hari dan waktu rotasinya 15 jam.Satelit yang dimiliki neptunus
ada dua yaitu triton yang berdiameter 4.000 km dan memiliki atmosfer,bentuknya
mirip seperti planet Pluto.Sedangkan Nereid berdiameter 2000 km.
J. Asteroid
Asteroid merupakan
materi batuan yang kedudukannya terletak di antara mars dan Jupiter.Materi dari
asteroid tersebut sebagian gagal menjadi planet karena adanya gravitasi Jupiter
sang kuat dan berlangsung terus menerus yang menghancurkan sebagian materinya.Asteroid
juga merupakan benda angkasa yang ukurannya kecil dan jumlahnya
milyaran.Asteroid sendiri berupa batu-batuan yang juga bergerak mengelilingi
matahari, ukurannya sangat kecil sehingga disebut bintang kerdil dengan
diameter lebih kurang 240 km.
K. Komet
Komet merupakan
kumpulan bongkahan batuan yang diselubungi kabut gas, ketika mendekati
matahari, komet mengeluarkan gas yang bercahaya pada bagian kepala,dan semburan
cahaya pada ekornya.Komet dalam bahasa yunani berarti bintang berekor adalah
benda angkasa yang tidak padat dan terbentuk dari pecahan bahan yang sangat
kecil yaitu debu.Ada dua jenis komet yaitu : komet berekor yaitu komet yang
lintasannya berbentuk elips dan jika lintasannnya dekat dengan matahari maka
akan melepaskan gas yang diabsorsi di daerah dingin untuk membentuk
ekor.Sedangkan komet tidak berekor yaitu yang lintasannya pendek sehingga tidak
memiliki kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin.Saat mendekati matahari
komet ini membentuk koma dan ekor.
No comments:
Post a Comment