A.
1.
Pengertian
Secara etimologi, biosfer berasal dari
kata bio (hidup) dan spere (lapisan).
Jadi, biosfer adalah lapisan tempat
tinggal makhluk hidup (organisme). Biosfer merupakan sistem kehidupan terbesar
karena terdiri atas gabungan ekosistem yang ada di bumi.
A. Tansley mengemukakan bahwa ekosistem
terdiri dari komponen berikut:
a)
Komponen biotik (hidup), merupakan komponen yang terdiri
dari makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan dan pengurai).
b)
Komponen abiotik (tidak hidup), berupa iklim, bebatuan,
tanah, air, cahaya matahari, dsb.
2.
Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna
a.
Faktor Klimatik (Iklim)
1)
Suhu
Sumber panas bagi seluruh permukaan
bumi berasal dari radiasi matahari. Dan karena relief muka bumi yang beragam,
menyebabkan pancaran radiasi matahari tersebut tidak terjadi secara merata di
seluruh permukaan bumi. Akibatnya, tumbuhan dan hewan akan beradaptasi dengan
suhu lingkungan fisiknya. Hal ini salah satunya yang menyebabkan varietas flora
dan fauna di permukaan bumi.
2)
Kelembapan Udara
Kelembapan udara menunjukkan banyaknya
uap air yang terkandung dalam udara. Air sangat berperan dalam reaksi
pembentukan bahan organik bagi tumbuhan, juga merupakan kebutuhan yang penting
untuk mausia dan hewan.
3)
Sinar Matahari
Tumbuhan menggunakan sinar matahari
sebagai sumber energi untuk proses fotosintesis. Sementara itu, hewan dan
manusia sangat bergantung pada tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya.
4)
Curah Hujan
Air merupakan kebutuhan penting bagi
kelangsungan flora dan fauna. Bagi lingkungan kehidupan di darat, sumber air
berasal dari hujan atau bentuk presipatasi lainnya. Curah hujan di permukaan
bumi tidaklah sama. Hal ini pulalah yang menyebabkan ragam jenis hewan dan
tumbuhan yang hidup di lingkungan tertentu.
5)
Angin
Bagi tumbuhan angin berfungsi untuk membentuk CO2 dan
memindahkan uap air dan kelembaban dari suatu tempat ke tempat yang lain. Angin
juga sangat berperan dalam proses penyerbukan dan penyebaran biji-bijian yang
akan menjadi tumbuhan baru.
b.
Faktor Edafik (Tanah)
Edafik berasal dari kata edapos
(tanah atau lapangan). Tanah sendiri berguna sebagai media tumbuh dan
berkembangnya tumbuhan dan tingkat kesuburan tanah berpengaruh terhadap
persebaran tumbuhan.
1)
Tekstur Tanah
Tekstur tanah adalah perbandingan
relatif berbgai partikel tanah dalam suatu massa tanah yang sangat penting
karena berkaitan dengan kapasitas menampung air dan udara tanah.
2)
Struktur Tanah
Struktur tanah adalah susunan
butir-butir tanah dan membentuk agregat tanah dalam berbagai kemantapan bentuk
dan ukuran. Struktur tanah memiliki perbedaan tingkat porositas (kemampuan
tanah melloskan air) dan permeabilitas (besar antara pori-pori antara
butir-butir tanah)
3)
Keasaman Tanah
Kesuburan tanah dipengaruhi oleh proses
kimia dan pertukaran unsur kimia antar tumbuhan karena tumbuhan tak dapat
menyerap unsur hara tanpa diubah dalam bentuk cairan.
c.
Faktor Topografi
1)
Ketinggian Lahan
Ketinggian lahan berkaitan dengan
perbedaan suhu. Relief bumi yang beragam menyebabkan perbedaan suhu di
masing-masig tempat yang nantinya akan berpengaruh terhadap persebaran flora
dan fauna.
2)
Kemiringan Lahan
Permukaan tanah yang miring menyebabkan
air semakin cepat menyusuri lereng. Semakin terjal makan kekuatan kikisan air
akan semakin besar pula yang menyebabkan ketebalan tanah berkurang. Tanah yang
tipis mengurangi kemampuannya mencadangkan air karena air bergerak ke bawah
dengan sangat cepat.
3.
Penyebaran Flora dan Fauna Dunia
·
Flora
a.
Lingkungan Kehidupan Laut
Perkembangan kehidupan vegetasi pada perairan laut
terutama terdapat pada zona dekatpantai yang masih dapat ditembus sinar
matahari. Meskipun air laut bersifat transparan , sinar matahari hanya dapat
mencapai kedalaman beberapa puluh meter saja. Penyinaran ini masih pula
dipengaruhi oleh kejernihan air laut dan letak laut. Seperti pada tumbuhan
didaratan, vegetasi dilaut juga membutuhkan energi dari matahari untuk
menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis. Oleh sebab itu pada laut dalam tidak ditemukan vegetasi
yang hidup permanen karena lautnya dingin dan gelap. Jika ditemukan
tumbuhan-tumbuhan pada wilayah laut dalam tersebut disebabkan oleh aktivitas
arus laut yang mengangkutnya ke lokasi lain.
Di dasar laut dangkal banyak terdapat fitoplanton atau
tumbuhan kecil yang melayang-layang. Flora yang tumbuh didasar laut antara lain
bermacam-macam ganggang, rumput laut, dan lain-lain. Pada zona litoral dan
neritis tumbuh vegetasi khas pantai misalnya hutan mangrove yang meliputi
bakau, perdu, liana, efipit, dan parasit.. Vegetasi air asin sangat tampak pada
zona litoral dan sebagian zona nertitis karena vegetasinya besar-besar dan
banyak jumlahnya.
b.
Lingkungan Air Tawar
Lingkungankehidupan
air tawarmeliputidanau, sungai, kolam, payau, rawadanbentuk-bentukperairandaratlainnya.Vegetasi
yang banyakberkembang di lingkungansepertiinidiantaranyatenceeratai, paku air,
encenggondok, talas air, pandan, selada,
kangkungdanberbagaivegetasiperairantawarlainnya.Padaperairandaratjugaberkembangvegetasitingkatrendahmisalnyaganggangdanlumut.
c.
Lingkungan Darat
Lingkungankehidupandaratmeliputidaerah yang
sangatluasdansangatbervariasijenisnya.Biocycledaratterbentang
di daerahsekitarkhatulistiwasampaikedaerahkutubutaradankutubselatan.Lingkunganvegetasiiniberbatasanlangsungdenganlingkungankehidupanperairandaratdanlingkungankehidupanperairanlaut.
Sehubungandenganvariasi
yang sangatberagaminimakalingunganvegetasidaratandibedakanmenjadibeberapabagian
yang disebutbiochoreatau sub
lingkungan( bioma ).
Pembagianinididasarkanpadacorakvegetasiutamaakibatiklim yang
khaspadawilayah-wilayahtersebut.
Biocycledaratanterdiridari:
1)
Hutan Hujan Tropis
Tersebar di wilayah sekitar ekuator antara lintang 10ºLU
– 10°LS, curah hujan antara 200 – 400 cm per tahun, dengan ciri vegetasinya
berupa hutan belantara dengan tumbuhan heterogen, tingkat kerapatan tinggi,
dengan wilayah persebaran di Indonesia, dataran rendah Amazon (Brazil), Amerika
Tengah, wilayah Afrika sekitar katulistiwa, dan Pulau Madagaskar.
2)
Hutan Musim
Terdapat di daerah-daerah yang memiliki pergantian musim
kemarau dan penghujan sangat jelas, musim kemarau lebih panjang dengan curah
hujan antara 100 – 200 cm per tahun. Pada musim kemarau vegetasinya
menggugurkan daun (meranggas), tersebar di India, Asia Tenggara, Afrika,
Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.
3) Hutan Konifer (Berdaun Jarum)
Terdapat di daerah lintang tinggi mendekati kawasan
lingkaran kutub, seperti Kanada bagian utara, Eropa Utara, Asia Utara sekitar
Siberia, dan pegunungan tinggi di kawasan tropis.
4)
Sabana
Merupakan padang rumput yang dikelilingi semak belukar. Terdapat di Afrika,
Amerika, Australia, Bali dan Nusa Tenggara.
5)
Stepa
Merupakan padang rumput yang tidak dikelilingi semak belukar. Terdapat di
Rusia, antara Eropa Barat sampai Asia Timur, Argentina dan Amerika Selatan.
6)
Tundra
Padang rumput yang terletak di wilayah-wilayah lintang
tinggi yang berbatasan dengan kutub dan mampu bertahan terhadap suhu udara dingin.
7) Gurun (Padang Pasir)
Kawasan iklim kering yang ditandai rata-rata jumlah curah
hujan tahunan lebih kecil, terletak di
sekitar lintang 30° – 35°, terdapat di Asia, Afrika, Amerika, dan
Australia.
·
Persebaran Fauna
di Dunia
Menurut Alfred
Russel Wallace, secara umum wilayah persebaran fauna di permukaan bumi
dikelompokan ke dalam enam region, yaitu sebagai berikut:
a.
Paleartik, meliputi wilayah-wilayah di Benua Eropa, Uni Soviet, Jepang, Laut
Mediteran, dan Afrika bagian paling utara.
Contoh fauna: panda, unta, rusa, dan beruang kutub.
b.
Ethiopian(Afrotropical), meliputi seluruh Benua Afrika (kecuali bagian utara)
dan Pulau Madagaskar. Contoh fauna: gajah Afrika, badak bercula dua, kuda nil,
gorilla, zebra, jerapah, singa, dan reptil.
c.
Oriental, meliputi wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Contoh fauna: orang
utan, banteng, harimau, gajah, dan reptile.
d.
Australian, meliputi wilayah-wilayah Benua Australia, Selandia Baru, dan Pulau Papua.
Contoh fauna: hewan berkantung seperti kanguru, kuskus, wallaby, burung
cendrawasih, kasuari, kakatua, dan kiwi.
e.
Neartik, meliputi wilayah Amerika Utara (AS dan Kanada), Greenland, sampai bagian
tengah Meksiko. Contoh fauna:
bison, caribouw, salamander, ayam kalkun, dan kura-kura.
f.
Neotropik, meliputi Meksiko bagian bagian selatan, Amerika Tengah, dan Amerika
Selatan. Contoh fauna: ikan
piranha, belut listrik, Lama, ular anaconda, dan kera.
4.
Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia
·
Flora
a. Flora Sumatera – Kalimantan
Keadaan flora pada wilayah ini
di dominasi hutan hujan tropis, yaitu hutan yang tumbuh di daerah yang
mempunyai curah hujan, suhu, dan kelembaban udara yang tinggi, dan banyak
mendapat sinar matahari, pohonnya tumbuh rapat dan lebat, spesiesnya banyak dan
beranekaragam, selalu hijau, pohonnya besar dan tinggi. Di daerahpantai Sumatera dan Kalimantan
terdapathutanbakau yang berfungsimenjagaekosistempantai,
danmencegahterjadinyaerosipantai.
b. Flora Jawa – Bali
Keadaan flora Jawa – Bali dikelompokkanmenjadi: hutanhujantropik (di
Taman NasionalCibodasdanGunungHalimun), hutanmusontropik (hutanjati),
sabanatropik(di JawaTimurdan Bali) , danhutanbakau (di panturaJawa).
c. Flora kepulauanWallacea
Wilayahnyameliputi Indonesia bagiantengahyaitupulau Sulawesi, kepulauan
Nusa Tenggara, dankepulauan Maluku.Iklimnyalebihkeringsehingga di
dominasivegetasisabana, hutanpegunungan di Sulawesi, hutancampuran di wilayah
Maluku denganjenisrempah-rempah (seperti Pala, Cengkeh, KayuManis).
d. Flora Papua
Flora di wilayahini di dominasihutanhujantropisdengan
flora khasyaituEucaliptus, sedangkan
di daerahpantaibanyakdijumpai Mangrove.
·
Fauna
a. Fauna Asiatis (Fauna Indonesia
Barat)
Terletak di
wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali, dibatasi oleh Garis Wallace yang
membentang antara Selat Lombok dan Selat Makassar.
b. Fauna Australis (Fauna Indonesia Timur)
Terletak di pulau Papua dansekitarnya, dibatasiolehGaris
Weber yang terbentangantaraLautTmor, LautSeram, danLaut Halmahera.
c. Fauna Peralihan (Fauna
Indonesia Tengah)
Meliputi di
wilayah, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan kepulauan Maluku. Letaknya diantara Garis
Wallace dan Garis Weber. Fauna endemik adalah anoa,
babirusa,burung maleo, dan komodo.
5.
Kondisi Lingkungan
yang Mempengaruhi Biosfer
a.
Pengahalang Geografi
Penghalang geografi adalah keadaan
fisik lapangan dan faktor geografi lainnya yang menghalangi aliran gen
antarpopulasi dalam bentuk kondisi muka bumi, seperti gunung, padang pasir, dan
laut. Penghalang jenis ini sangat menentukan persebaran organisme dimuka bumi.
Penghalang geografi merupakan hasil aktivitas alam berupa pegunungan ataupun
pemisahan permukaan bumi. Hasil proses alami ini berupa benua yang dibatasi
oleh lautan, gunung, gurun, dan faktor alam lainnya. Adanya batas-batas
tersebut menghalangi interaksi antarorganisme. Pada mulanya kelompok organisme
diperkirakan hanya menghuni satu tempat, akibat sifat organisme yang aktif dan
selalu berusaha mencari kondisi lingkungan yang terbaik untuk proses hidupnya,
kelompok organisme tersebut menyebar keberbagai tempat yang memiliki kondisi
lingkungan yang berbeda. Persebaran organisme ini akan terhenti begitu
berhadapan dengan penghalang geografi. Selain itu persebaran organisme dapat
berhenti akibat terbatasnya kemampuan struktur ataupun fungsi organisme
tersebut seperti kemampuan terbang, berenang ataupun berlari. Ditempat baru
organisme melakukan adaptasi dan modifikasi sehingga menjadi organisme yang
berbeda dengan asalnya.
b.
Penghalang Reproduksi
Penghalang reproduksi merupakan
penghalang dalam bentuk tidak terjadinya interhibridasi (perkawinan) di antara
organisme yang menghuni satu daerah biogeografi dengan daerah biogeografi
lainnya. Tidak terjadinya interhibridasi ini akibat adanya penghalang geografi.
Dengan demikian penghalang geografi dapat menyebabkan munculnya penghalang reproduksi.
Penghalang reproduksi ini menyebabkan terjadinya isolasi reproduksi yang
megakibatkan semakin berbedanya organisme tersebut dengan organisme asalnya.
c.
Penghalang Endemis
Penghalang endemis merupakan
penghalang dalam bentuk kekhasan organisme akibat menghuni daerah khas pula.
Kekhasan ini terjadi akibat adanya penhalang reproduksi yang mencegah
terjadinya interhibridasi dengan organisme lain diluar wilayah biogeografi tersebut.
Penghalang reproduksi sendiri merupakan akibat dari adanya penghalang geografi.
Dengan demikian dapat ditarik hubungan bahwa penghalang geografi menyebabkan
penghalang reproduksi menghalangi juga
terjadinya oenghalang endemis. Penghalang endemis ini menyebabkan proses
endemis organisme semakin khas oraganisme tersebut dan semakin berbeda jauh
dengan organisme asalnya.
6.
Kerusakan Biosfer
Beberapa contoh kerusakan yang terjadi di Biosfer
ini adalah:
1)
Kegundulan Hutan
2)
Tanah Longsor
3)
Banjir
4)
Kelangkaan Flora dan Fauna
Kelangkaan ini salah satunya diakibatkan oleh
rusaknya habitat flora dan fauna tersebut. Kerusakan tersebut terjadi karena
beberapa fakto, yaitu:
a)
Faktor kematian merupakan faktor yang langsung mematikan atau mengurangi
populasi. Misalnya pemangsaan, perburuan, penyakit, kelaparan dan kecelakaan.
b)
Faktor kesejahteraan merupakan faktor yang menyangkut kuantitas dan
kualitas lingkungan hidup fauna. Misalnya makanan, air dan tempat hidup.
c)
Faktor manusia merupakan kegiatan-kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi
kuantitas dan kualitas makanan, air dan tempat hidup.
B.
EVOLUSI KEHIDUPAN
1. Pengertian Evolusi
Evolusi adalah perubahaan makhluk hidup secara
perlahan-lahan dari sederhana ke bentuk yang lebih sempurna dalam jangka waktu
yang sangat lama. Makhluk hidup selalu mengalami perubahaan sehingga timbul
spesies baru.
Seleksi alam adalah penyaringan suatu lingkungan hidup
sehingga hanya makluk hidup tertentu yang dapat bertahan dan mampu menyesuaikan
diri dengan lingkungan hidup yang baru. Makluk hidup yang tidak mampu bertahan
dan menyesuaikan dengan lingkungan yang telah berubah akan mati atau pindah
kelingkungan lain. Dengan adanya seleksi alam ini, banyak hewan dan tumbuhan
yang dulu hidup, sekarang telah punah karena tidak mampu untuk survival menyesuaikan dengan lingkungan
atau habitat yang ada.
2.
Teori Asal-Usul
Kehidupan
a.
TeoriAbiogenesis (Aristoteles, Antonie
Van Leeuwenhoek, John Needham )
Teoriinimempunyaipandanganbahwakeberadaanmahlukhidupberasaldariadanyaperubahanmateritidakhidupmenjadimaterihidup
(mahlukhidup).Teori abiogenesis disebutjugasebagaigeneratiospontaneakarenaperubahan
yang terjadiituadalahperubahan yang spontan.
Olehpenganutteoriinimemberikansebuahpenelitiandimanasepotongdaging
yang disimpan di dalamwadahtertutup (tidakadakehidupan),
beberapawaktulamanyaakanmunculbelatung. Akan tetapiteoriinibanyak yang
menentangkarenacontoh yang dipergunakanolehpenganutteoriini (Francisco Redi)
tidaklahtepat.Merekatidakmenyadaribahwadaging yang
merekagunakansebagaiobjekpenelitiantersebut (daging) berasaldarimahlukhidup.
b.
TeoriBiogenesis (francesco Redi, Lazzaro Spalanzani, Louis Pasteur)
Teori ini berpandangan bahwa makhluk hidup berasal dari
makhluk hidup sebelumnya (omne vivum ex vivo) atau adanya makhluk hidup
berasal dari telur (omne ovum ex ovo).
Seperticontoh yang dikemukakanpadateori abiogenesis
tersebutdimanasepotongdaging yang disimpan di
dalamwadahtertutupkemudianbeberapawaktulamanyaakanmunculbelatung. Contohtersebutlebihtepatdipergunakanuntukmembuktikanteori
biogenesis karenadaging yang
digunakansebagaiobjekpenelitiantersebutberasaldarimahlukhidupmenghasilkanbelatung
yang merupakanmahlukhidupjuga.
c.
TeoriCosmozoic
Teoriberpandanganbahwaasalmula
makhlukhidup di
bumiiniberasalsporakehidupan yang
berasaldariruangangkasa.Teoriinitidakdapatditerimabegitusaja. Hal
inidiperkuatdenganpemikiranparailmuwanpadasaatitubahwa meteor yang
jatuhkepermukaanbumisajaakanmengalamipergeseran yang
sangatdahsyatdansangthebatsehinggamengakibatkantimbulnyapercikanapi
(hinggaterbakar).
d.
TeoriPenciptaan (special
creation)
Teoriinimempunyaipandanganbahwa
makhlukhidupdiciptakanolehTuhan.Teoriinilebihditerimadanmendapattempatutamahinggaabadke
XVIII.Semakinberkembangnyailmupengetahuanmanusiamasaitu,
timbulmodifikasidenganpernyataanbahwa yang
diciptakanolehTuhanbukanmahlukhidupitusendirimelainkanmateripembentuknya.Pahaminimembicarakan
proses perkembanganmaterisampaiakhirnyamenjadimahlukhidup, akantetapitanpamenyinggungdarimanaasalmulamateripembentuknya.
e.
TeoriNaturalis atau Neobiogenesis (Harold Urey, Stanley Miller,
Alexander Oparin)
Teorinaturalisdisebutjugasebagaiteorineobiogenesis.Menurutteoriini,
terbentuknyamahlukhiduppertama di bumiinimelaluiserangkaiantahapantertentu yang
dimulaidarimolekul-molekul CH4, H2, NH3, dan H2O yang
terdapatpadaatmosfirbumibentukpurba.Denganadanyabantuanenergisepertipetirdanhalilintar,
molekul-molekultersebutterjadireaksikimiasampaiterbentuknyamahlukhidup.
f.
Teori Kataklisma
Dalam teori ini dinyatakan bahwa setiapspesiesdiciptakansecaraterpisahdalamperiodewaktutertentu,
diantaraperiodeterdapatbencanasehinggaspesiesdariperiodesebelumnyapunah. Contohnya ketika konon ras Dinosaurus mengalami
kepunahan karena bencana hujan meteor dan peralihan zaman ke zaman es.
g.
Teori Khas
Teori ini menyatakan bahwa kehidupandisebabkanolehzatsupranaturalpadawaktuistimewa,
setiapspesiessudahadasejakdulu.
3.
Tokoh Evolusi
a.
Charles Darwin
Darwin menyatakanbahwaspesiesberasaldarispesiessebelumnyadanevolusimerupakanhasildariseleksialam.
b.
Lamarck
Lamarck menyatakanbahwaevolusimerupakanhasildariadaptasi
organ tubuhterhadaplingkungandandiwariskankepadaketurunannya.
c.
Weissman
Weissman menyatakanbahwaevolusimerupakangejalaseleksialamterhadapfaktorgenetikdanadaptasi
organ terhadaplingkungantidakdiwariskan.
4.
Bukti Evolusi
a.
Divergensi
Morfologi dan Struktur Monolog
Homologiadalahasalusulsama,
strukturdanfungsiberbeda. Contoh;sayapkelelawar,
tanganmanusia, siriplumba-lumba, dsb.
b.
Konvergensi
Morfologi dan Struktur Analog
Analogiadalahasalusulberbeda,
strukturdanfungsisama. Contoh;sayapkupu-kupudengansayapkelelawar.
No comments:
Post a Comment