Asal Usul terjadinya Tata Surya Dan
Bumi
Gumpalan
gas yang besar tersebut dalam keadaan berputar. Dikarenakan sesuatu hal,
terlepaslah sebagian gumpalan itu, walaupun seolah-olah dicampakkan sangat jauh
tetapi gumpalan itu masih tetap terus berputar
terus-menerus mengelilingi gumpalan besar (Matahari) tersebut.
Gumpalan-gumpalan yang terpisah dan masih tetap berputar tersebut setelah
mengalami proses pendinginan akan menjadi padat.Itulah yang disebut
planet-planet jumlahnya delapan.Dari gumpalan yang terlepas tersebut (planet) ,
terlepas pula sebagian dari planet, tetapi juga tetap berputar dan mengelilingi
gumpalan yang ditinggalkan, itulah yang disebut Bulan atau Satelit.
1. Hipotesis Kabut / Nebulas
Immanuel
Kant (1724-1804), seorang ahli filsafat berkebangsaan Jerman.
Terdapat
gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tengah kabut itu lama
kelamaan menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi gumpalan gas yang kemudian
menjadi matahari dan bagian kabut sekitarnya menjadi planet-planet dan satelitnya.
2. Hipotesis Planetesimal (planet kecil)
Thomas
C.Chamberlin (1843-1928), seorang ahli Geologi dan Ilmuwan dari Amerika.
Dalam
penelitiannya The Origin of the Earth
(asal mula bumi) 1916.
Matahari
bertemu bintang yang jaraknya tidak terlalu jauh. Akibatnya massa matahari
tertarik ke arah bintang. Bintang pun menjauh akibatnya massa matahari sebagian
kembali ke matahari sebagian menjadi planet-planet dan beredar pada orbitnya.
3. Hipotesis Pasang Surut Gas / Tidal James-Jeffries
Pada
tahun 1917 sarjana Inggris, James Jeans (1877-1946) dan Herald Jeffries.
Pada
waktu itu matahari sama besarnya dengan bintang.akibat terjadi pasang matahari yang berbentuk cerutu,
Setelah mengelilingi matahari pasang cerutu itu pecah menjadi butiran-butiran
kecil, butiran kecil membentuk gumpalan gumpalan sebesar-besar planet-planet
yang ada sekarang . Hal yang sama juga terjadi pada pembentukan satelit dan
planet.
4. Hipotesis Peledakan Bintang
Fred
Hoyle, Ahli astronomi dari Inggris pada tahun 1956.
Kemungkinan
matahari memiliki kawan sebuah bintang (matahari juga bintang) dan pada mulanya
berevolusi satu sama lain. Ada juga diantaranya yang memadat dan mungkin
terjerat ke dalam orbit keliling matahari. Banyak bintang yang meledak akan
bebas di ruang angkasa. Teori ini didukung banyak ahli astronomi, karena banyak
bintang ganda atau bintang kembar telah diketahui memang ternyata ada.
Keberatan
terhadap teori ini adalah kebanyakan bintang di dalam 25 tahun cahaya matahari,
agak serupa dengan matahari dan sangat labil.
5. Hipotesis Kuiper
Astronom
bernama Gerard P.Kuiper (1905-1973).
Semesta
terdiri dari formasi bintang-bintang. Menurut dia, dua pusat yang memadat
berkembang dalam suatu awan antar bintang dari gas hidrogen. Pusat yang satu
lebih besar daripada pusat yang lainnya dan kemudian memadat menjadi bintang
tunggal, yaitu matahari.
Peristiwa
berikutnya kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan oleh adanya
gaya tarik dari massa yang lebih besar. Gaya ini menyebabkan awan yang lebih
kecil terpecah-pecah menjad awan-awan yang lebih kecil lagi yang disebut protoplanet.
Setelah
suatu periode waktu yang lama, proto planet tersebut menjadi planet-planet yang
kita lihat sekarang ini. Jika kedua awan itu mempunyai ukuran yang sama, mereka
akan terbentuk bintang ganda. Formasi bintang ganda sangat sering terjadi di
alam semesta.
Ketika
matahari memadat, ia akan menjadi begitu panas sehingga sebagian besar energi
radiasi dipancarkan. Energi itu cukup kuat untuk mendorong gas-gas yang
lebih terang, seperti Hidrogen dan
Helium, dari awan yang menelubungi protoplanet-protoplanet yang paling dekat ke
matahari.
Sejarah Pembentukan Bumi
Menurut
para ahli geologi, sebenarnya pelebaran alur-alur dasar samudera,
gerakan-gerakan benua, pola seismik dunia, dan pola kegiatan vulkanik merupakan
bagian dari saru desakan energi dari perut bumi. Permukaan planet bumi terdiri
dari atas 6 bentangan besar lempengan benua yang bersifat keras, tetapi
sebenarnya tipis bila dibanding dengan ukuran bola bumi. Ukuran yang paling
tebal pada benua-benua itu tidak mencapai 150 km. Lempeng-lempeng benua itu
saling bergeseran. Gerakan-gerakan pergeseran kerak bumi ini juga disebabkan
oleh desakan hebat dari energi yang dikeluarkan oleh perut bumi.
Benua
asia terdiri dari tiga lempeng benua yang besar, yaitu Eurasia, Pasifik. Dan
India. Eurasia merupakan lempeng yang paling besar dan relatif statis,
sedangkan lempengan Pasifik dan India terus menerus bergerak, menggeser ke arah
barat laut (Pasifik) dan utara (India). Gerakan-gerakan “tabrakan” ini
menghasilkan jajaran pulau-pulau dan jajaran pegunungan seperti pegunungan
Himalaya.
Hal-hal
penting tentang gerakan benua adalah sebagai beikut :
1.
Gerakan-gerakan
lempeng tektonik terus-menerus terjadi dan menciptakan perubahan-perubahan di
permukaan bumi.
2.
Sumber
gerakan ini ialah arus yang disebabkan oleh panas. Arus ini terjadi dalam
batuan padat tetapi kenyal di dalam lapisan astenosfer selubung bumi.
3.
Lempeng
tektonik dapat meleleh waktu mendekati kulit bumi dan keluar lewat gunung api,
celah, atau retakan seperti yang terjadi pada Pematang Atlantik Tengah. Sambil
meninggalkan retakan dasar samudera, batuan yang meleleh menbentuk dasar baru
di laut.
4.
Dasar
batuan yang meleleh mendesak maju bagian kerak bumi yang lebih tua. Bagian tua
ini mungkin mendukung benua. Kalau bagian kerak bumu seperti itu bertemu di
ujung, maka benturan itu menyebabkan gempa. Inilah yang terjadi di dalam laut
di lepas pantai Amerika Selatan.Satu bagian bumi didorong masuk ke selubung
untuk meleleh kembali, bagian lainnya didorong ke atas sehingga membentuk
pematang.
5. Teori gerakan lempeng tektonik banyak
kaitannya dengan persebaran gunung api di muka bumi dan terjadinya gempa bumi.
Sejak
sekitar tahun 1900, para ahli geologi telah mengetahui bahwa kerak bumi bagian
luar mengapung di atas lapisan lebih dalam yang lunak. Akan tetapi, teori
mengenai gerakan-gerakan benua tersebut baru dipublikasikan secara luas sejak
tahun 1960.
Beberapa
teori tentang gerakan benua disampaikan oleh beberapa ahli sebagai berikut :
1.
Alfred
Lothar Wegener
Mengemukan
teori yang disebut Apungan dan Pergeseran Benua-benua. A.L. Wegener
(1880-1930) mengungkapkan teori tersebut pada tahun 1912 di hadapan perhimpunan
ahli geologi di Frankfurt, Jerman.Teori tersebut diungkapkan pertama kalinya di
dalam bentuk buku pada tahun 1915 yang berjudul Die Engstehung der Kontinente und Ozeane ( Asal Usul Benua dan
Lautan). Buku tersebut menimbulkan kontroversi besar di lingkungan ahli-ahli
geologi. Kontroversi itu baru mereda tahun enampuluhan setelah teori apungan
Benua Wegener ini makin banyak mendapat penganut di lingkungan ahli ilmu
penegetahuan.Teori ini mengungkapkan bahwa Benua dalam keadaan mengapung, pada
awalnya semua benua ada 1 yaitu Pangea, kemudian pecah kembali menjadi 2
bagian Laurasia dan Gondoana.
Adapun
titik tolak teori Wegener tersebut adalah :
a.
Adanya
persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika.
Kedua garis yang sama tersebut sebenarnya dahulu adalah daratan yang
berimpitan. Itulah sebabnya formasi geologi di bagian-bagian yang bertemu itu
sama.
Keadaan ini telah dibuktikan
keberadaannya. Formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat dan Sierra
Leone sampai Tanjung Afrika Selatan sama dengan apa yang ada di Pantai Timur
Amerika, dari Peru sampai Bahia Blanca.
b.
Daerah
Greenland sekarang ini bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36
meter/tahun, sedangkan Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan
kecepatan 9 meter/tahun. Menurut Wegener, benua-benua yang sekarang ini,
dahulunya adalah satu benua yang disebut Benua Pangea. Benua Tunggal itu mulai
memecah karena gerakan benua besar di selatan baik ke arah barat maupun ke
utara menuju khatulistiwa.
Dengan peristiwa tersebut maka
terjadilah hal-hal sebagai berikut :
A.
Bentangan-bentangan
samudera dan benua-benua yang mengapung sendiri-sendiri.
B.
Samudera
Atlantik menjadi semakin luas karena Benua Amerika masih terus melangsungkan
gerakannya ke arah barat. Dengan demikian terjadi lipatan-lipatan kulit bumi
yang menjadi jajaran pegunungan utara-selatan, yang terdapat di sepanjang
pantai Amerika Utara Selatan.
C.
Adanya
kegiatan Seismik yang luar biasa di sepanjang patahan St.Andreas, dekat pantai
barat Amerika Selatan.
D. Batas Samudera Hindia makin mendesak ke
utara. Anak Benua India semula diduga agak panjang, tetapi karena gerakannya ke
utara maka India makin menyempit dan makin mendekat ke benua Eurasia. Proses
tersebut menimbulkan lipatan Pegunungan Himalaya.
Benua-Benua
sekarang ini pun masih terus bergerak. Gerakan ini dapat dibuktikan dengan
makin melebarnya celah yang terdapat di alur-alur dalam samudera.
2.
Descartes
Ia
mengemukakan teori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh Suess. Menurut Rene
Descartes (1596-1650), bumi kita makin susut dan mengkerut karena pendinginan.
Karena itu, terjadilah gunung-gunung dan lembah-lembah. Teori ini tidak
mendapat dukungan dari para ahli geologi.
3.
Edward
Suess
Edward
Suess (1831-1914) melanjutkan teori Descartes. Akan tetapi, Suess menyatakan
bahwa persamaan geologi yang terdapat di Amerika Selatan, India, Australia, dan
Antartika disebabkan oleh bersatunya daratan-daratan itu pada awal mulanya yang
merupakan satu benua dan disebut Benua
Gondwana. Benua yang besar itu sekarang tinggal sisa-sisanya saja, karena
bagian lain sudah tenggelam di bawah permukaan laut.
4.
Tim
Peneliti Amerika
Tim peneliti ini terdiri dari 17 orang, dari The New York American Museu of Natural
History, Ohio State University, dan Whicha State University. Mereka
mengadakan penelitian di Kutub Selatan antara tahun 1969-1970. Pusat Perhatian
mereka ialah Trans Antartik Tengah.
Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan kebenaran teori A.L. Wegener.
Dari Hasil Penelitian mereka terbukti bahwa daerah itu
terletak di daerah dekat khatulistiwa pada 200 juta tahun yang lalu. Oleh
karena itu, seharusnya pada zaman tersebut di daerah itu terdapat bintang dan
tumbuh-tumbuhan. Pada tahun 1969, ditemukan fosil tulang rahang binatang amfibi
air tawar purba, yang disebut labyrintodont.
Binatang itu seperti salamander kepalanya gepeng dan badannya besar dan berat.
Fosil seperti itu ditemui pula di Amerika Selatan dan Afrika. Dari segi ilmu
pengetahuan alam, magnet, dan geologi makin lama terdapat bukti-bukti yang
menguatkan teori apungan benua.
Teori
gerakan-gerakan benua juga beranggapan bahwa 200 juta tahun yang lalu hanya ada
satu benua besar di planet bumi ini.
Proses Pembentukan Bumi dan Tenaga
Geologi
Gerak
lempeng terbagi atas :
1.
Saling
tumbuk (subsduction) yang akan menimbulkan :
a.
Palung
di lokasi tumbukan
b.
Pembengkakan
pinggir lempeng yang membentuk pegunungan
c.
Munculnya
hiposentra dan gempa dangkal maupun gempa dalam
d.
Adanya
batuan bancuh.
e.
Adanya
instrusi dan ekstrusi magma yang diikuti terjadinya vulkanisme.
2.
Sesar
berpapasan (transform fault)
3.
Saling
menjauh (divergen junctions) yang akan menimbulkan :
a.
Adanya
aktivitas vulkanisme laut dalam
b.
Terbentuknya
ocean ridge
c. Terjadinya perenggangan lempeng
Tenaga
geologi adalah tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam bumi (tenaga
endogen) dan yang berasal dari luar permukaan bumi (tenaga eksogen). Bila kita
perhatikan hasil kerja tenaga geologi maka akan terbentuk muka bumi atas 2
bagian yaitu :
1.
Bentuk
permukaan daratan, berupa :
a.
Pegunungan
dan gunung
b.
Daratan
tinggi
c.
Perbukitan
d.
Dataran
rendah
e. Lembah
2.
Bentuk
permukaan dasar laut, berupa :
a.
Continental
Shelf
b.
Continental
slope
c.
Lubuk laut
d.
Punggung
laut
e.
Ambang
laut
f.
Gunung
laut
g.
Pegunungan
laut
1.
Tenaga
Endogen
Tenaga
ini berasal dari dalam bumi yaitu berasal dari :
a.
Gerak
keatas dari aliran magma dari dalam perut bumi
b. Gerak lempeng tektonik pada litosfer
Sebagai
akibat kerjanya tenaga adalah merubah bentuk muka bumi. Bentuk tenaga endogen
dapat berupa tenaga tektonisme, vulkanisme dan gempa. Tenaga ini disebut juga
tenaga pembangun / pembentuk muka bumi.
2.
Tenaga
Tektonisme
Tenaga
yang berasal dari dalam bumi, mengakibatkan dislokasi batuan/Perubahan mula
bumi secara vertikal maupun horizontal.
3.
Tenaga
Vulkanisme
Yaitu
tenaga yang muncul akibat aktifitas magma (erupsi) yang menyusup ke dalam
litosfer dan yang hingga sampai di permukaan bumi.
Aktifitas
magma tersebut akan mengalami 2 gerakan yaitu :
1.
Instrusi
Magma
Yaitu
penyusupan magma pada retakan litosfera atau lubang kerak gunung api tetapi
tidak mencapai permukaan bumi.
Saat
magma terperangkap dalam retakan litosfera, maka magma akan mengalami proses
pembekuan yang sangat lambat dan magma akan membeku membentuk batuan beku dalam
seperti sill, batolith, lakolith, diatrema, apofisa, korok ( gang). Proses
pembekuan ini berlangsung sangat lambat sehingga membentuk batu kristal.
2.
Ekstrusi
Magma
Yaitu
proses penyusupan magma melalui litosfera dan mencapai permukaan bumi.
Proses
ekstrusi magma ini pun dapat terjadi dengan secara :
a.
Erupsi
Explosive
Yaitu keluarnya magma mencapai
permukaan melalui letusan gunung api. Kekuatan letusan gunung api sangat
dipengaruhi oleh kekentalan magma dan kekuatan dorongan gas.
b.
Erupsi
Efusif
Yaitu keluarnya magma mencapai
permukaan melalui secara lelehan lava. Proses ini dipengaruhi oleh magma yang
encer dan dorongan gas yang lemah. Pada proses ekstrusi ini bentuk lubang
erupsi dapat berpola :
1.
Erupsi
Sentral yaitu bentuk erupsi berupa titik seperti keluarnya magma dari gunung
api.
2.
Erupsi
Linier yaitu bentuk erupsi berupa rekahan tanah berbentuk garis sehingga akan
membentuk deretan gunung api.
3. Erupsi Areal yaitu melelehnya lapisan
litosfera akibat letak dapur magma yang dekat permukaan bumi sehingga lapisan
litosfera meleleh dan mengalami penurunan.
No comments:
Post a Comment